Bacalah Ini Jika Ingin Rumah Anda Kebal dari Gempa
Hal ini menunjukkan bahwa
rumah-rumah yang ada di Indonesia sangat rentan rusak terhadap gempa bumi. Padahal
pada zaman sekarang, rumah seakan-akan menjadi kebutuhan wajib bagi setiap
keluarga. Oleh karena itu masyarakat Indonesia harus memperhatikan pentingnya Rumah
tahan gempa.
Rumah tahan gempa adalah
bangunan yang bisa merespon gempa, dengan sikap bertahan dari keruntuhan dan
bersifat fleksibel untuk meredam getaran gempat. Rumah tahan gempa merupakan
bangunan yang dirancang dan diperhitungkan secara analisis, baik kombinasi
beban, penggunaan material, dan penempatan massa strukturnya. Pembangunan rumah
jenis ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Setiap Rumah tahan gempa haruslah
memenuhi berbagai standarisasi berikut
·
SNI 03-1726-2002, Tata Cara Perencanaan
Ketahanan Gempa Untuk Bangunan;
·
SNI 03-2847-1992, Tata Cara Perencanaan
Struktur Beton untukBangunan Gedung;
·
RSNI T – 02 - 2003, Tata Cara Perencanaan
Konstruksi Kayu Indonesia;
·
SNI 03 – 1729 - 2002, Tata Cara Perencanaan
Struktur Baja untuk Bangunan; dan
·
SNI 03 – 6816 – 2002, Tata Cara
Pendetailan Penulangan BetonBertulang Indonesia.
Ketika membangun rumah tahan gempa, beberapa hal yang
harus diperhatikan menurut Salim ialah
1. Perbandingan
antara kekuatan dan berat dari material struktur, harus cukup besar;
Akan lebih menguntungkan jika digunakan material
konstruksi yang ringan tetapi kuat, sehingga intensitas gaya gempa yang bekerja
pada struktur dapat berkurang.
2. Material struktur harus mempunyai kemampuan untuk
berdeformasi;
Material struktur yang mempunyai kemampuan
berdeformasi plastis serta mempunyai sifat daktilitas yang tinggi, akan
mempunyai ketahanan yang baik terhadap pengaruh beban gempa yang bersifat
bolak-balik, karena material struktur ini mempunyai tingkat pemencaran energi
gempa yang baik. Sifat daktilitas dapat membatasi besarnya gaya gempa yang
bekerja pada struktur. Semakin besar sifat daktilitas dari material yang
digunakan pada struktur, maka akan semakin besar pula tingkat pemencaran energi
yang dipunyai oleh sistem struktur tersebut, sehingga gaya gempa yang bekerja
atau masuk ke dalam struktur akan semakin kecil.
3. Sifat degradasi kekuatan dan degradasi kekakuan
dari material struktur, harus cukup rendah;
Material-material struktur, khususnya material untuk
elemen-elemen struktur yang difungsikan menahan beban gempa, sedapat mungkin
harus digunakan material yang mempunyai sifat degradasi kekakuan serta
degradasi kekuatan yang rendah di bawah pengaruh beban gempa yang berulang.
Degradasi adalah pengurangan kekuatan dan kekakuan dari suatu material akaibat
beban berulang.
4. Keseragaman Kekuatan dan Kekakuan; dan
Agar didapatkan respons dinamik yang baik dari
struktur pada saat terjadi gempa. Maka perlu diusahakan agar konfigurasi dari
sistem struktur yang meliputi ukuran dan jenis material yang digunakan, harus
mempunyai kekuatan serta kekakuan yang seragam, baik dalam arah vertikal maupun
arah horizontal bangunan. Sambungan antara elemen-elemen struktural, harus direncanakan
lebih kuat dari pada elemen-elemen yang disambung, agar kerusakan struktur akibat
gempa tidak terjadi pada sambungan.
5. Harga yang ekonomis
Di dalam perencanaan struktur bangunan tahan gempa
perlu diusahakan pemilihan material dengan harga yang cukup ekonomis, tetapi
dari segi structural atau dari segi kekuatan dapat dipertanggungjawabkan
(2018:12).
Daftar Pustaka
Laporan Harian Kejadian Bencana Pusat Komando Gabungan
Satgas Penanggulangan Bencana PUPR.
Salim, Mukhammad Alif . 2018. Kriteria Dasar Perencanaan
Struktur Bangunan Tahan Gempa” . Semarang: Universitas 17 Agustus 1945
Semarang.
Mohammad Fauzi, Mussadun 2021, Dampak Bencana
Gempabumi Dan Tsunami Di Kawasan Pesisir Lere. Semarang. Universitas Diponegoro.
Ricky Akbar, Marizka Marizka, Ridho Darman, Jesi
Namora, Novisa Ardewati 2001. Implementasi Business Intelligence Menentukan
Daerah Rawan Gempa Bumi di Indonesia dengan Fitur Geolokasi. Kota Padang.
Universitas Andalas.
Komentar
Posting Komentar